JAKARTA – Warga di kawasan Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara akan tetap bertahan mendiami kawasan ini, meski Pemerintah DKI Jakarta bersikeras menggusur untuk kedua kalinya.
Kawasan yang sudah direncanakan Pemerintah DKI Jakarta untuk dijadikan sebagai Kampung Wisata ini memang terbilang sulit untuk ditertibkan, terlebih warga tidak mau dipindahkan ke rumah susun (rusun) yang sudah disiapkan oleh Pemerintah DKI Jakarta.
Bukan tanpa alasan, salah satunya Teddy Kusnaedi selaku warga yang mendiami kawasan Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara itu mengatakan bahwa ia harus membayar uang sewa dari rumah susun yang disewakan oleh Pemerintah DKI Jakarta.
“Rumah susun tidak layak, karena rumah susun sangat kecil ruangannya tidak akan muat buat nampung kami sekeluarga besar. Apalagi di sana berbayar, sedangkan di sini kita rumah sendiri. Buat bayar ya gimana mata pencaharian kita disini”.
Tak hanya itu, pemukiman warga Kampung Akuarium yang telah digusur itu tidak mendapat ganti rugi dari Pemerintah DKI Jakarta yang menjadi penyebab warga masih tetap bertahan di kawasan itu.
Namun Teddy berujar bahwa selama ini banyak yang membantu warga di Kampung Akuarium dari segi pendidikan, bahan pangan dan papan, meskipun bukan dari Pemerintah DKI Jakarta. “Sekitar 10 mahasiswa yang mengajar, dari segala jenjang PAUD sampai SMP. Dinas Sosial dan Pemerintah tidak peduli, lebih banyak mahasiswa yang peduli. Ada bantuan dari masjid berupa bangunan, dan sumbangan orang simpatisan. Warga luar juga memberi sembako dan baju layak pakai.
Warga Kampung Akuarium juga sudah tidak memiliki listrik. Listrik yang mereka miliki sudah diputus oleh Pemerintah DKI Jakarta. Untungnya, mereka memiliki jenset untuk penerangan dirumahnya. Warga juga mendapatkan air sumur dari kampung sebelah dan meminjam ke bank untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Selain krisis listrik, warga juga mengalami kesulitan dalam mendapatkan layanan kesehatan dari Pemerintah berupa BPJS. “Dari dulu kami belum punya BPJS. Karena menurut pemerintah, kami tidak layak punya karena kami dikatakan illegal dan seluruh surat-surat penting kami dibekukan sehingga tidak berlaku dimana-mana”. tegas Teddy
Dalam mengumpulkan donasi untuk kampung, anak-anak di kawasan Kampung Akuarium diajarkan kerajinan tangan oleh Ibu RT setempat, Rahmadian, seperti pembuatan gelang, kaos, dan sebagainya.
Warga berharap, ada niat baik Pemerintah DKI Jakarta dengan mendatangi dan membicarakannya kepada mereka. Selain itu mereka berharap, Pemerintah DKI Jakarta bisa memberikan solusi lain yang dapat menyelesaikan permasalahan ini tanpa harus menggusur pemukiman mereka.
terimakasih infonya
BalasHapusKasian, semoga warga mendapatkan tempat yang layak. Btw, makasih infonya
BalasHapusBermanfaat bgt infonya
BalasHapussemoga bisa mendapat tempat yg lebih layak
BalasHapusSemoga mendapatkan tempat pengganti yang layak
BalasHapusSemoga segera tergantikan dengan yang lebih baik
BalasHapusSemoga warga disana bisa dapat tempat yang layak☺
BalasHapusterima kasih infonya kak
BalasHapus